Muthia bersekolah di MAN 2 Model Pekanbaru.
Dia menceritakan bahwa di sekolahnya, asrama atau ruang belajar laki-laki dan perempuan dipisah.
Ketika Muthia sedang latihan menari bersama teman-temannya di pelataran perbatasan antara ruang belajar perempuan dan laki-laki, dia mendengar perempuan terbatuk-batuk dari asrama laki-laki.
"Padahal enggak mungkin ada perempuan di asrama laki-laki.
Akhirnya kami pindah tuh ke ruang kelas akselerasi.
Ketika sudah pindah, salah satu teman aku ada yang membuka jendela kelas tersebut.
Tiba-tiba dia berteriak karena melihat seorang perempuan berambut panjang sedang menatap teman aku.
Enggak heran sih, sekolah aku berdekatan dengan Taman Makam Pahlawan dan Taman Pemakaman Umum."
Sign up here with your email
ConversionConversion EmoticonEmoticon